my zone

September 24, 2008

To my husband ‘n my baby……

SYAIR RENUNGAN UNTUK SUAMI

Pernikahan/perkawinan,
menyingkap tabir rahasia
Istri yg kamu nikahi
tidaklah semulia Khadijah,
tidaklah setaqwa Aisyah,
pun tidak setabah Fatimah.
Justru istri hanyalah wanita akhir zaman,
yang punya cita2,
menjadi solehah…

Pernikahan/perkawinan,
mengajar kita kewajiban bersama.
Istri menjadi tanah, kamu langit penaungnya.
Istri ladang tanaman, kamu pemagarnya.
Istri kiasan ternakan, kamu gembalanya.
Istri adalah murid, kamu mursyidnya.
Istri bagaikan anak kecil, kamu tempat bermanjanya.

Saat istri menjadi madu, kamu teguklah sepuasnya.
Seketika istri menjadi racun, kamulah penawar bissanya.
Seandainya istri tulang yang bengkok, berhatilah meluruskannya.

Pernikahan/perkawinan
menginsyafkan kita perlunya iman&taqwa.
Untuk meniti sabar&rido Allah SWT,
karena memiliki istri yang tak sehebat manapun,
justru kamu akan tersentak dari alpa,
kamu bukanlah Rasulullah,
pun bukanlah Sayyidina Ali Karamallahhuwajha,
cuma suami akhir zaman,
yang berusaha menjadi soleh…
AMIN

SYAIR RENUNGAN UNTUK ISTRI

Pernikahan/perkawinan,
menyingkap tabir rahasia
Suami yg kamu nikahi
tidaklah semulia Muhammad SAW,
tidaklah setaqwa Ibrahim,
pun tidak setabah Ayyub,
ataupun segagah Musa,
apalagi setampan Yusuf.
Justru suamimu hanyalah pria akhir zaman,
yang punya cita2,
membangun keturunan yang soleh…

Pernikahan/perkawinan,
mengajar kita kewajiban bersama.
Suami menjadi pelindung, kamu penghuninya.
Suami adalah nahkoda kapal, kamu navigatornya.
Suami bagaikan balita yang nakal, kamu adalah penuntun kenakalannya.

Saat suami menjadi raja, akmu nikmati anggur singgasananya.
Ketika suami menjadi bissa, kamu penawar obatnya.
Seandainya suami masinis yang lancang, sabarlah memperingatkannya.

Pernikahan/perkawinan
mengajarkan kita perlunya iman&taqwa
Untuk belajar meniti sabar&rido Allah SWT,
karena memiliki suami yang tak segagah manapun,
justru kamu akan tersentak dari alpa,
kamu bukanlah Khadijah,
yang begitu sempurna di dalam menjaga,
pun bukanlah Hajar, yang begitu setia dalam sengasara,
cuma istri akhir zaman,
yang berusaha menjadi solehah…
AMIN

Senyummu adalah bahagiaku

Ceriamu adalah dambaku

Gelisahmu adalah kebimbanganku

Air matamu adalah kesedihanku

Kau pelipur lara dukaku

Kau pengiring suka citaku

Bersama kita dalam hari-hari keberkahan

Ikatan ini berawal dari hati atas nama cinta

Jalinan ini bermula dari rasa atas nama sayang

Pertautan ini berasal dari angan atas nama rindu

Sungguh ini adalah cinta, sayang, dan rindu..

Cinta, sayang, dan rindu atas nama pengabdian kepada Rabbul Izzati

Malam ini bintang bersinar cinta, bulan tersenyum sayang, angin mendesir rindu

Wahai bintang, bulan dan angin

Sampaikanlah salam cinta, sayang, dan rinduku kepadanya

“Sungguh Aku Sangat mencintaimu karena Allah”

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: